Profil

Kamis, 27 Mei 2010

Ridha n Ikhlas,,,

Dalam sebuah hadits Turmidzi di kisahkan ttg Umar bin Khatab yang meminta ijin kepada
Rosulullah tuk berangkat umroh. Rosulullah pun menjawab " Wahai sahabat ku, jangan lupakan aku dalam doa mu"

Subhanallah seorang Rosul Allah yang sudah pasti melangkahkan kakinya kedalam surga,
dengan penuh kerendahan hati meminta sahabatnya tuk tidak melupakannya di dalam doanya,,
Sekilas kita lihat dalam kehidupan pribadi kita,,,
alangkah sombongnya kita ketika kita mendapatkan posisi / jabatan dlm pekerjaan yg tinggi,,
alangkah sombongnya kita, ketika kita mendapat gelar pendidikan yang tinggi
alangkah sombongnya kita, ketika harta kita berlimpah,,
padahal tanpa kita sadari semua hanyalah titipan Allah sementara,,
n selayaknya barang yang dititipkan
pada hakikatnya akan kembali kepada pemiliknya,,
begitupun dengan semua yang kita milki,,
hakikatnya akan kembali kepada sang kholik..

Sungguh mulianya Rosulullah,,
beliau hidup dalam keadaan yatim, tapi Rosul ridhaa..
dalam keadaan miskin / kaya, perang / damai, sedih / senang, Rosulullah ridhaa..
bahkan dalam keadaan fakir yang tuk mendapatkan kurma yang jelek sekalipun ,
menahan lapar n mengikatkan batu pada perutnya sampai 3 hari 3 malam tdk makan pun
Rosul ridhaa..

dan dalam risalah penyebaran agama islam,,
begitu banyaknya ujian yang menyapanya,,
paman n istrinya meninggal,,
orang-orang Quraisy mengintimidasinya dengan perilaku kasar,
tuduhan sebagai pembohong, bahkan tukang sihir,
tapi Rosulullah ridhaa dengan semua itu,,

Ketika Rosulullah di usir dari negerinya,,
n dengan terpaksa harus meninggalkan kota Allah yang tercinta yaitu Mekah,
Rosul meneteskan air mata seraya berkata
" Seandainya penduduk-Mu tidak mengusir ku niscaya aku tidak akan meninggalkan kota tercinta ini"
tapi Rosulullah pun ridhaa,,

Ketika perang Uhud,,
Rosulullah dilempari batu sampai berdarah, giginya patah,
pamann, sahabat, tentara, semua orang tercintanya terbunuh,,
tapi Rosulullah pun masih ridha,,

Hatinya merasakan perih dengan ujian yang menyapanya,
kedua matanya mengalirkan deras air mata,
kakinya mengalirkan musibah,
tapi apa yang dilakukan Rosulullah?????

Sungguh mulia,
dalam kondisi tadi Rosulullah berserah diri,
n terus memohon doa pada Rabb (Allah Swt,,)

Semua adalah sebuah kisah yang Q baca dalam sebuah buku ( La Tahzan )
Subhanallah bila kita simak n resapi semua cerita itu,,
sungguh malunya kita,,n bahkan saya meneteskan air mata membacanya

sesaat dalam sebuah keadaan bahagia,,
kita terlena n lupa akan syukur kita pada sang kholik,
n sesaat ketika semua berganti menjadi sebuah ujian,
barulah kita mengetuk pintu Rabb kita seraya meminta belas kasihan,,
bahkan ta sedikit orang yang justru malah mencaci Rabb kita karena ujian yang menyapanya,,

Sungguh Q bukan makhluk yang sempurna yang mampu melakukan 
kemulian seperti Rosulullah,,
tapi begitu malunya diri saya ketika saya membaca kisah demi kisah yang terkisah dlm buku tersebut,,

ketika kita harus kehilangan orang tua or orang yg kita sayangi,,
ketika kita harus kehilangan posisi/jabatan kita dll
kita selalu merasa terpuruk,,
bahkan ta jarang kita selalu melontarkan kata
"kenapa ini terjadi kepada saya"..
Sungguh kita ta pernah tau dengan apa yang akan terjadi n 
apa yang terbaik untuk kita,,

tapi saya pribadi menginginkan perubahan kata KENAPA itu menjadi sebuah kata
keikhlasan serta keridhaan dengan tetap berserah diri kepada Allah,,
karena hanya Rabb pemilik semua dzat,,
n hanya kepada-Nya selayaknya kita berserah,,
karena dengan sebuah keikhlasan n keridhaan 
dlm menjalani sebuah kehidupan ,,
Allah memberikan sebuah kebahagian yang tak ternilai di surga-Nya nanti..

Saya berharap cerita n keinginan saya bisa menginspirasikan teman"tuk belajar sama-sama ikhlas n ridhaa,,amien





Tidak ada komentar:

Posting Komentar